MENANGGAPI OPINI/ESAI PADA KORAN


‘MENANGGAPI OPINI/ESAI PADA KORAN’

Description: C:\Users\Administrator\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\20160925_024232-1.jpg

            Menanggapi opini dari tulisan berjudul ‘Mencegah Anak Didik Keluyuran’ yang di muat  pada Koran Suara Merdeka edisi Sabtu, 8 Agustus 2015. Tulisan tersebut ditulis oleh Sogimin SS, dosen Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus Semarang. Didalam tulisan tersebut dituliskan beberapa dampak dari penerapan kebijakan sekolah 5 hari di Jateng.
            Berbagai dampak yang dimunculkan dari penerapan kebijakan sekolah 5 hari di Jateng adalah :
1)      Bagi Siswa
a)      Bertambahnya beban psikis siswa.
b)      Bagi siswa yang tinggal didaerah pinggiran mungkin akan sulit memperoleh transportasi sewaktu pulang.
2)      Bagi Orang Tua
a)      Bertambahnya uang saku karena kebanyakan siswa ‘malu’ membawa bekal ke sekolah.
b)      Semakin berkurangnya waktu bersama keluarga, apalagi bila orang tua siswa tersebut menjadi pekerja pabrik.
3)      Bagi Guru
a)      Kesulitan dalam pengaturan jadwal pelajaran yang berlebihan untuk satu mat pelajaran.
Selain itu dengan penerapan kebijakan tersebut dibutuhkan kesiapan. Terlebih dengan adanya kebijakan tersebut mengurangi waktu belajar siswa saat malam hari.  Pakar pendidikan berpendapat akan terjadi perubahan perilaku dan aktivitas peserta didik, baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulan di rumah.

Untuk itu orang tua diharapkan memberi arahan pada anak untuk tidak keluyuran ketempat yang tidak bermanfaat pada hari Sabtu-Minggu. Dan mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif, misalnya lewat kegiatan olahraga, bermusik, mengaji, belajar bersama. Tapi yang terpenting adalah adanya pengendalian supaya anak tidak melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat.

Sesuai dengan opini yang berjudul ‘Mencegah Anak Didik Keluyuran’ setiap kebijakan pasti memiliki dampak baik maupun buruk. Dampak baik yang dapat diambil dari kebijakan tersebut adalah semakin mudahnya melakukan pengendalian pada kegiatan yang dilakukan peserta didik. Kegiatan yang dilakukan pastilah sesuai dengan izin sekolah dan pasti kegiatan yang bermanfaat. Akan tetapi, dampak buruk yang diperoleh adalah menguras waktu, pikiran, dan tenaga siswa baik kepada keluarga dan lingkungan. Berkurangnya kebebasan yang didapat siswa karena penerapan kebijakan tersebut. Setiap kebijakan diambil karena selalu memikirkan yang terbaik untuk generasi penerus bangsa. Jadi hubungan antara penerapan kebijakan sekolah 5 hari dengan mencegah anak didik keluyuran tidak tepat. Karena perilaku yang dilakukan anak didik tidak dapat diubah hanya dengan kebijakan tetapi perlu pula pendampingan dari orang tua dalam pengendalian sikap anak didik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jungkook Jimin

Black Dog dari Korea

Jogja