ESAI PENTAS JAKA TARUB DAN PENTAS MONOLOG BALADA SUMARAH
ESAI PENTAS JAKA
TARUB DAN PENTAS MONOLOG BALADA SUMARAH
Teater Gema milik Universitas PGRI
telah mengadakan Pentas Jaka Tarub dan Pentas Monolog Balada Sumarah. Pentas
tersebut dilaksanakan pada 4 Oktober pukul 15.00 WIB di Gedung Pusat Lantai 7
Universitas PGRI Semarang. Sore itu pementasan yang ditampilkan pertama cerita
mengenai Jaka Tarub.
Pementasan Jaka Tarub sangat
menarik. Cerita mengenai kehidupan asmara seorang manusia biasa dengan seorang
bidadari dari khayangan. Dalam pementasan tokoh-tokoh terdiri dari : Jaka tarub
muda, jaka tarub tua, nawangwulan, nawangsih, tomo, topo, 6 bidadari sekaligus
adik dari nawangwulan dan teman jaka tarub saat muda.
Cerita asmara jaka tarub bermulai
dari mimpi yang didapatkan jaka saat muda dan sangat dipercayainya. Jaka
mendapat mimpi bahwa dia akan memilii seorang istri yaitu bidadari dari
khayangan. Saat itu jaka membahas mimpinya dengan temannya, alhasil tawalah
yang didapatkan jaka karena teman jaka juga tak mempercayainya. Hingga suatu
hari jaka berniat memburu burung didalam hutan. Dia mengambil alat untuk
menangkap burung di dalam rumahnya, lalu membawanya kedalam hutan. Jaka
mengelilingi hutan akantetapi tak membuahkan hasil. Jaka memutuskan untuk
beristirahat sejenak, tak lama terdengar tawa beberapa wanita. Jaka tersadar
lalu bersembunyi dibalik pohon dan bebatuan.
Ternyata suara tawa tersebut berasal dari 7
bidadari yang turun ke bumi. Mereka hanya dapat turun ke bumi saat bulan
purnama. Mereka adalah bidadari yang sangat cantik. Dan akhirnya mereka
memutuskan untuk menikmati bumi sejenak dengan berendam. Merekapun melepaskan
selendang dan pakaiannya. Jaka yang daritadi bersembunyipun diam-diam mengambil
salah satu selendang yang ada. Melihat bahwa sudah hampir pagi 7 bidadari
tersebut memutuskan untuk kembali ke khayangan. Merekapun bergegas mengenakan
pakaian dan selendang. Tetapi salah satu dari mereka kehilangan selendangnya
dan dia adalah Nawangwulan. Semua adik nawangwulan merasa kebingungan bagaimana
bisa selendang itu hilang. Mereka semua mencari selendang milik nawangwulan
akantetapi tidak dapat ditemukan. Akhirnya nawangwulan berkata kepada keenam
adiknya untuk meninggalkan nawangwulan di bumi. Nawangwulan tidak bisa kembali
ke khayangan sebab selendangnya hilang.
Nawangwulan pun
merenung sambil berkata ia akan memberikan keuntungan kepada seseorang yang
memberikan selendang atau pakaian kepadanya. Jika yang memberikan itu perempuan
akan dijadikan sebagai saudara, jika yang memberikan itu laki-laki akan
dijadikan sebagai saudara. Mendengar ucapan nawangwulan, jaka bergegas kembali
kerumah mengambil pakaian milik ibunya untuk diberikan kepada nawangwulan.
Jakapun kembali memasuki hutan, berpura-pura tak sengaja mengetahui kehadiran
nawangwulan dan setelah itu jaka memberikan nawang baju milik ibunya. Sejak saa
itu nawang sah menjadi istri jaka. Singkat cerita kehidupan mereka sangat
berkecukupan, bahagia dan tentram. Suatu hari jaka merasa aneh saat lumbung
padi miliknya susah mendapatkan air, akan tetapi padi yang digunakan nawang
untuk memasak seperti tak pernah berkurang. Ternyata dibalik itu semua
nawangwulan menggunakan kekuatan yang dia miliki sebagai bidadari.
Suatu saat nawang telah mengandung hasil buah
cintanya bersama jaka dan melahirkan seorang putri cantik yang diberi nama
Nawangsih. Kehadiran nawangsih memberikan warna baru dikehidupan keluarga jaka
dan nawangwulan. Hingga tak lama kehidupan warna gelap menghampiri keluarga
jaka dan nawang. Saat nawangwulan hendak pergi kesungai dan berpamitan dengan
jaka, nawang pun berkata bahwa ia sedang menanak padi didapur jika sudah matang
nawang meminta jaka mematikan api tanpa membuka tudung. Jaka pun bertanya
mengapa dia tak boleh membuka tudungnya, nawangwulan menggerutu. Akhirnya jaka
mengiyakan permintaan istrinya, setelah itu nawangwulan pun berangkat ke
sungai. Jaka yang penasaran mengapa sang istri melarangnya membuka tudungnya
pun nekat masuk kedalam dapur dan membuka tudung. Jaka kaget mengapa nawang
hanya memasak 1 helai padi, jakapun
berencana menanyakan pada nawang. Sesampainya nawang kerumah, jaka bertanya
mengapa dia hanya memasak 1 helai padi. Nawang pun kaget dan dia bertanya pada
jaka apakah dia membuka tudungnya. Jaka menjawab bahwa ia membuka tudungnya.
Saat mengetahui
bahwa jaka membuka tudung nawangpun marah besar kepada jaka. Nawang pun
mengambil padi di dalam lumbung rumahnya dan memberitahu jaka bahwa selama ini
ia memasak sehelai padi dapat berubah menjadi nasi yang dapat dimakan seluruh
anggota keluarga. Nawang menggunakan kekuatan sebagai bidadari yang dia miliki.
Terjadi perdebatan hebat antara jaka dan nawang. Saat nawang mengambil padi
dilumbung ia menemukan selendangnya yang hilang saat itu turun dari khayangan
dengan adik-adiknya. Nawang pun membawa selendangnya dan menunjukkannya pada
jaka. Mengetahui hal itu jaka meminta maaf pada nawang karena dia telah
membohonginya. Tetapi semua yang dilakukan jaka semata-mata karena dia cinta
kepada nawang. Nawang pun memaafkan perbuatan jaka tetapi dia tidak dapat hidup
bersama dengan jaka lagi. Nawang memutuskan untuk kembali kekhayangan. Jaka
sangat merasakan rasa sedih terutama untuk nawangsih, jaka takut jika nawangsih
kekurangan kasi ibunya. Nawangwulan pun berkata untuk selalu membawa nawangsih ke
dalam hutan saat bulan purnama untuk bertemu dengannya, hingga nawangsih tidak
merasa kekurangan kasih sayang seorang ibu. Sejak saat itu jaka dan nawang pun
mengalami perpisahan. Jaka membesarkan anak semata wayangnya sendirian.
Saat penampilan
pentas jaka tarub setiap pemain sangat menjiwai peran yang dimainkan didukung
dengan background dan backsound yang tepat. Tampilan saat drama tidak
membosankan, karena lighting yang menarik dan suasana membuat penonton
penasaran. Akan tetapi keindahan pementasan sedikit terganggu dengan adegan
jatuhnya salah satu pemain saat pementasan baik itu disengaja maupun tidak
disengaja. Selain itu letak “bulan” yang digunakan sebagai property kurang
dapat terlihat dengan jelas oleh beberapa penonton.
Pementasan
selanjutnya yaitu pentas monolog balada sumarah. Dalam pementasan ini
diperankan oleh 1 orang (pemeran utama) yang dapat memainkan beberapa orang.
Seperti menjadi : Guru madrasah, tetangga sumarah, kepala kantor dan teman
sekolah. Balada Sumarah ini menceritakan kehidupan seorang anak yang tidak
merasakan kebebasan dan merasakan diskriminasi karena sang ayah menjadi salah
satu anggota PKI. Sumarah mengalami diskriminasi di lingkungannya, ia menjadi
bahan pembicaraan tetangganya. Suatu hari ia berniat bekerja menjadi TKW ke
arab dan dia membutuhkan surat keterangan bersih diri akan tetapi ia sulit
mendapatkan surat tersebut. Kepala kantor enggan memberikan sumarah surat
tersebut karena berhubungan dengan sang ayah yang pernah berurusan dengan PKI.
Hingga akhirnya
sumarah memutuskan untuk berangkat menjadi TKW di Arab. Semua pendidikan yang
ditempuhnya menjadi sia-sia karena kini ia hanya menjadi babu dinegara orang. Di
tempat majikannya sumarah diperlakukan tidak benar, ia selalu membuat sumarah
terlihat salah padahal kenyataan yang dilakukan sumarah benar. Suatu saat tuan
majikannya memaksa sumarah untuk melakukan hal tidak terpuji dan sumarah
menolak. Sumarah pun diperkosa oleh majikannya, sumarah pun membulatkan tekad
menyakinkan diri bahwa ia akan melakukan kesalahan dan akan mendapatkan
hukuman. Sumarahpun membunuh majikan yang sudah terlalu melakukan ketidakadilan
pada dirinya. Dan kejadian tersebut membawanya ke meja hijau.
Dalam pementasan
monolog Balada Sumarah hal yang paling menarik adalah kemampuan tokoh utama menginterpretasikan
tokoh lain. Membuat segalanya menjadi seperti benar-benar terjadi, tidak
membosankan bahkan sangat menarik minat penonton. Pementasan secara visual
sangat sedap dipandang didukung dengan backsound dan tata lampu yang sempurna.
Komentar
Posting Komentar