Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

MENANGGAPI ESAI

MENANGGAPI ESAI Menanggapi esai yang ditulis oleh Fitria Ningrum mengenai Drama Jaka Tarub yang ditampilkan Teater GEMA pada Rabu, 4 Oktober 2016 di Gedung Pusat lantai 7 Universitas PGRI Semarang. Didalam esai yang ditulis Fitria Ningrum, ia menyampaikan beberapa hal yang dapat dipelajari dari adanya drama yang dimainkan oleh mahasiswa-mahasiswi Universitas PGRI Semarang. Fitria menuliskan pada esainya : Belajar dari cerita Hal yang telah disepakati dan dijanjikan seharusnya ditepati oleh kedua belah pihak yang menyetujui hal tersebut. Namun dalam hal ini janji yang telah disepakati keduanya diingkari oleh Jaka. Sepintar-pintarnya seseorang menyembunyikan hal sesuatu yang tidak baik akan ketahuan juga oleh orang lain. Seperti pepatah sepandai-pandainya menyembunyikan kebusukan pasti akan tercium juga kebusukan tersebut. Menurut saya mengenai esai yang dituliskan Fitria memang cukup menarik. Karena dalam esai tersebut ia menyampaikan mengenai sifat kurang terpuji yang dimil...

Bedah buku milik Triyanto Triwikromo

                Bedah buku milik Triyanto Triwikromo yang dilaksanakan di Balairung Universitas PGRI Semarang pada Rabu, 19 Oktober 2016 dalam acara UPGRIS BERSASTRA dengan tema 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, 1 pengarang. Acara yang dimulai sekitar pukul 8 pagi itu diawali dengan penampilan Biscuittime. Gedung balairung yang dapat menampung 3000 orang itu dipenuhi oleh seluruh mahasiswa Universitas PGRI Semarang, tepatnya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni. Mahasiswa yang turut datang untuk memeriahkan acara memasuki Balairung dengan menggunakan pakaian batik. Seluruh bangku yang telah disiapkan diisi penuh sesak oleh mahasiswa yang hadir. Selagi menunggu acara dimulai mahasiswa masih tetap dihibur dengan penampilan Biscuittime.                 Beberapa saat kemudian acara tersebut dibuka dengan dipandu oleh MC yaitu Bu Diah. Di sela-se...

MENANGGAPI OPINI/ESAI PADA KORAN

Gambar
‘MENANGGAPI OPINI/ESAI PADA KORAN’             Menanggapi opini dari tulisan berjudul ‘Mencegah Anak Didik Keluyuran’ yang di muat  pada Koran Suara Merdeka edisi Sabtu, 8 Agustus 2015. Tulisan tersebut ditulis oleh Sogimin SS, dosen Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus Semarang. Didalam tulisan tersebut dituliskan beberapa dampak dari penerapan kebijakan sekolah 5 hari di Jateng.             Berbagai dampak yang dimunculkan dari penerapan kebijakan sekolah 5 hari di Jateng adalah : 1)       Bagi Siswa a)       Bertambahnya beban psikis siswa. b)       Bagi siswa yang tinggal didaerah pinggiran mungkin akan sulit memperoleh transportasi sewaktu pulang. 2)       Bagi Orang Tua a)       Bertambahnya uang saku karena keb...

ESAI PENTAS JAKA TARUB DAN PENTAS MONOLOG BALADA SUMARAH

ESAI PENTAS JAKA TARUB DAN PENTAS MONOLOG BALADA SUMARAH             Teater Gema milik Universitas PGRI telah mengadakan Pentas Jaka Tarub dan Pentas Monolog Balada Sumarah. Pentas tersebut dilaksanakan pada 4 Oktober pukul 15.00 WIB di Gedung Pusat Lantai 7 Universitas PGRI Semarang. Sore itu pementasan yang ditampilkan pertama cerita mengenai Jaka Tarub.             Pementasan Jaka Tarub sangat menarik. Cerita mengenai kehidupan asmara seorang manusia biasa dengan seorang bidadari dari khayangan. Dalam pementasan tokoh-tokoh terdiri dari : Jaka tarub muda, jaka tarub tua, nawangwulan, nawangsih, tomo, topo, 6 bidadari sekaligus adik dari nawangwulan dan teman jaka tarub saat muda.             Cerita asmara jaka tarub bermulai dari mimpi yang didapatkan jaka saat muda dan sangat dipercayainya. Jaka mendapat mimpi ...

Berbalas Surat

            Teruntuk Pak Naka dosenku yang bijaksana, saya sangat tersentuh membaca surat yang mungkin bapak ketik ditemani cucuran keringat yang mengalir layaknya air terjun. Walaupun surat yang bapak ketik penuh dengan hinaan yang memang benar-benar terjadi pada kami. Tapi tak bisa dipungkiri pak, Indomie masih yang terbaik untuk menangani masalah perekonomian rakyat kosan.             Selain itu bapak juga harus tahu bagaimana upaya kami menutupi kesedihan saat tak memiliki uang, teman, makanan, hingga pacar pak. Upaya yang saya maksud adalah upaya agar tetap terlihat bahagia. Ya jadi wajar ya pak, jika garis wajah yang tiap hari Senin pagi bapak lihat adalah garis wajah pura-pura bahagia bahkan mungkin garis wajah gagal bangun siang dan garis wajah yang tidak mandi hanya untuk bertemu bapak. Tapi semuanya itu ada tujuannya pak, yaitu untuk tetap tepat waktu mengikuti p...