Sedikit Tentang Ku (Autobiografi)



Nama adalah doa bagi pemiliknya. Orang tua saya memberikan nama yang cukup panjang. Nama saya Siti Hadiyanti Indah Lestari. Lahir di Tabalong Kalimantan Selatan, pada 14 Juni 1997 sekitar 21 tahun yang lalu. Lahir dari pasangan suami istri Bapak Suhadi dan Ibu Sri Purwati. Selain itu, saya juga memiliki satu saudara alias seorang kakak yang bernama Sylvia Wahyuni Hadiyanti. Jarak umur antara saya dan kakak saya mencapai 10 tahun. Namun, kebanyakan orang menganggap kami kembar karena wajah kami yang hampir mirip satu sama lain. Kami mulai tinggal di sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah yaitu di Kabupaten Blora pada tahun 2000. Sebelum tahun 2000, kami sempat tinggal di Kalimantan Selatan tepatnya di daerah Banjarmasin. Oleh karena itu, hanya saya satu-satunya anggota keluarga yang tempat lahirnya tidak di Jawa Tengah melainkan di Kalimantan Selatan. Sedangkan, anggota keluarga lain memiliki tempat lahir yang tertera di KK atau Kartu Keluarga yang sama yaitu Kabupaten Blora. Bukan masalah penting memang, namun jika melihat Kartu Keluarga pada bagian tempat lahir kesan yang muncul adalah tidak kesepadanan, karena hanya saya yang berbeda.
Memulai pendidikan dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Saya memulai kehidupan pendidikan saya dari TK ABA 7 Blora. Mengapa di TK ABA 7? Karena itu satu-satunya TK yang ada didaerah komplek perumahan kami. Tidak ada alasan khusus memang. Saat TK saya menemukan bakat atau hobby baru yaitu menjadi anggota drum band. Saya mendapat bagian di senar, ya bisa dibayangkan sendiri seperti apa. Sepertinya saya tidak perlu menjelaskannya. Singkat saja, TK begitu menyenangkan.
Saya mulai melanjutkan di SD Muhammadiyah Blora, kenapa di SD tersebut? Karena seluruh teman main saya di komplek rumah memutuskan sekolah di sekolah tersebut. Tak mau ambil pusing, saya juga juga memutuskan sekolah di SD Muhammadiyah. 6 tahun disana banyak hal menyenangkan dan memalukan. Menyenangkan karena masih bisa bermain, dan teman-teman di sekolah cukup asik. Memalukan karena saat menunggu jemputan, saya memainkan tas ransel saya yang ternyata saat itu saya lupa menutupnya dengan benar. Ya benar semua buku di dalam tas ransel saya jatuh kedalam got didekat tempat saya berdiri. Buku yang awalnya berwarna putih bersih, mulai berwarna hitam karena got tersebut.
Lulus SD, saya mendaftar diri di SMP N 6 Blora. Mengapa di SMP 6? Karena nilai saya saat itu tidak cukup bagus untuk mendaftarkan diri di sekolah lain. Awal yang buruk menjadi siswa SMP bagi saya, karena saat itu saya diusulkan menjadi Ketua Osis. Bahkan saya menangis saat akan di calonkan. Rasanya seperti orang yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba harus seperti ini dan seperti itu. Walaupun akhirnya saya tidak terpilih menjadi ketua osis, saya tetap berkecimpung dalam hal per-Osis-an di SMP selama 3 tahun hingga saya lulus. Mengetahui jika kegiatan OSIS cukup berat, saya bertekad tidak akan mengikuti hal-hal yang berkaitan dengan OSIS jika mendaftar SMA
Setelah itu, saya mendaftarkan diri di SMA N 2 Blora. Seperti tekad saya saat SMP, saya juga tidak mengikuti OSIS saat SMA. Walau pernah ada yang mengajukan pertanyaan apakah ada yang pernah menjadi anggota OSIS saat SMP. Saat pertanyaan itu muncul, saya hanya diam. Tidak ada niat sedikit pun untuk mengakuinya. Akhirnya saya lulus dari SMA dengan tentram tanpa menjadi anggota OSIS lagi.
Saat ini saya masih menempuh pendidikan jenjang Universitas, di Universitas PGRI Semarang. Saya mengambil program studi Pendidikan dan Sastra Bahasa Indonesia, karena saya pikir akan mudah dan meyenangkan. Ternyata sedikit meleset, cukup menyenangkan memang tetapi tidak mudah. Terlalu banyak hal yang harus dipelajari dengan detail hingga saat ini. Semoga saya bisa meneruskan membuat autobiografi hingga saya mengenalkan tempat kerja saya di masa depan. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jungkook Jimin

Black Dog dari Korea

Jogja